"Ya jelas khawatir kalau ini terus bertambah ke rumah warga," jelasnya.

Sukarno mengatakan Sungai Juana mengering selama 1 bulan belakangan ini. Kondisi ini diduga menyebabkan terjadi retakan dan amblasnya tanah di pinggir Sungai Juana. Menurutnya dulunya tidak pernah ada tanah amblas saat Sungai Juana masih ada airnya.

"Ini karena habisnya air di Sungai Juana. Kondisi kering sudah ada 1 bulan, ini sudah habis semua," jelasnya.

Lebih lanjut kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2024 silam. Namun kejadian tanah amblas tidak seperti sekarang ini.

"Tahun 2024 cuman 20 sentimeter. Sekarang 1 meter. Tahun 2024 sudah diperbaiki, karena tanggung jawab PT pekerja tembok tanggul," ungkap dia.

Pantauan NadiKabar di lokasi pukul 10.00 WIB, bangunan ruko ini berada di tepat bahu Sungai Juana atau juga dikenal dengan Silugonggo. Ada tujuh bangunan ruko yang rusak berat.

Hal ini setelah kondisi tanah di lokasi mengalami penurunan seiring Sungai Juana mengalami kekeringan. Retakan tanah di lokasi pun cukup dalam, tim redaksi 50 sentimeter sampai dengan 2 meter.

Bangunan ruko pun ada yang sampai miring. Tembok dinding bangunan ruko mengalami retak-retak. Saat ke lokasi, sudah tidak ditempati lagi oleh para pemiliknya.