Sebelumnya, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho mengatakan distribusi BBM ke masyarakat tetap dijaga dengan skema alternatif dan darurat agar pasokan tidak terganggu.

"Terkait dengan distribusi BBM untuk Kalimantan Barat ini ada sedikit gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit airnya yang turun, sehingga kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang. Mudah-mudahan dari hasil diskusi dan paparan dari Pertamina Patra Niaga sudah disiapkan skema alternative dan emergency suplainya bisa berjalan dengan baik," kata Fathul saat ditemui di Integrated Terminal (IT) Pontianak, Selasa (17/2/2026).

Untuk mengatasi gangguan tersebut, salah satu opsi yang dibahas adalah penggunaan tongkang terapung (floating barge) sebagai jetty sementara. Dengan skema ini, bongkar muat BBM dilakukan langsung dari kapal tanker ke mobil tangki.