Jaringan supermarket terbesar ketiga di Irlandia, SuperValu, mengemukakan sistem pendingin yang terbatas pada model tertentu di 13 dari 223 tokonya terdampak insiden siber. Produk dingin serta beku ditarik dari penjualan.

Banyak serangan siber yang melibatkan pemerasan atau bermotif politik dan berpotensi dilakukan aktor setingkat negara, kata Tom Hegel dari firma keamanan siber SentinelOne. Namun serangan pada supermarket mengarah pada motif sabotase.

"Ritel merupakan sasaran empuk karena jaringan ritel menjalankan aset pengontrol pendingin, sistem manajemen gedung, panel akses pintu, dan perangkat kasir yang sangat besar," kata Hegel kepada Reuters.

Patrick Lamplmair dari firma keamanan siber Tributech menilai hacker akan terus melancarkan aksinya karena metodenya murah dan kerusakannya langsung. Banyak sistem pendingin diketahui punya celah kelemahan yang belum diperbaiki.

Pada serangan di Prancis, peretas membajak pengontrol yang sebagian besar dipasok perusahaan Denmark, Danfoss, yang kemudian mengatakan telah mengidentifikasi beberapa kelemahan keamanan tahun lalu dan sudah lama menyarankan pelanggan menginstal pembaruan.

Hacker dari jarak jauh mengambil alih pengaturan ribuan freezer, kulkas, dan kabinet pendingin di berbagai jaringan seperti Intermarche, Cooperative U, Carrefour, Leclerc, dan Monoprix, mendorong suhunya dari yang terendah -27C jadi jauh di atas 50C.

Toko-toko harus membuang daging segar, produk susu, dan produk beku dalam jumlah besar. Tiap-tiap supermarket dilaporkan menderita kerugian mulai puluhan ribu hingga lebih dari 130.000 euro.