Para reporter yang mengunjungi sebuah toko di Brussel melihat kulkas dan freezer kosong dan sebuah papan tanda berbunyi: "Karena serangan siber, takkan ada produk di rak pendingin atau freezer. Kami memohon maaf sebesar-besarnya."

Dikutip NadiKabar dari Guardian, juru bicara perusahaan, Sarah De Meester, mengatakan ketersediaan produk segar dan beku untuk sementara agak terbatas di toko-toko yang terdampak.

Media Belgia melaporkan puluhan toko dan supermarket terdampak, termasuk lima gerai Spar, toserba Shop & Go dan beberapa minimarket Proxy Delhaize. "Kami mulai mengerahkan teknisi pukul 1 pagi," cetus Stephan Moelans, CEO Sabcobel yang mengoperasikan sistem pendingin Delhaize.

Menurutnya, insiden tersebut adalah serangan siber dan evaporator pada unit pendingin tersebut dialihkan ke mode pencairan bunga es.

Jaringan supermarket Colruyt dan Intermarche juga terkena masalah teknis yang berdampak pada kulkas di masing-masing lima dan 15 toko mereka. Carrefour Belgia melaporkan gangguan di sekitar 15 dari 700 tokonya.

"Ini adalah serangan siber, tidak ada alasan lain," kata Mich Vergauwen, jubir Carrefour. Adapun juru bicara Ikea Belgia juga mengakui serangan siber menyebabkan suhu freezer di tokonya di Mons naik tiba-tiba.

Ikea, yang terkenal dengan bakso Swedia, harus menyingkirkan beberapa produk makanan dari pendingin sebagai pencegahan dan memperkirakan akan ada sejumlah limbah makanan.

Di Finlandia, media Helsingin Sanomat melaporkan jaringan supermarket Kesko menyelidiki masalah serupa. Pada sebuah jaringan supermarket di Estonia, para penyerang mengakses komputer yang mengendalikan sistem pendingin dan menaikkan suhu hingga 50C.