Di sisi lain, pekerjaan bidang AI terus meningkat. Survei menemukan bahwa ada banyak pekerja muda yang bisa memanfaatkan momentum ini.

Menurut LinkedIn, jumlah lowongan pekerjaan AI di situs tersebut meningkat 14% tim redaksi tahun 2023 dan 2024, dan kemudian meningkat 156% tim redaksi tahun 2024 dan 2025. Menariknya, banyak pekerjaan AI menawarkan gaji tinggi.

Survei mengungkapkan bahwa dua pekerjaan yang yang banyak diminati, yaitu insinyur yang ditempatkan di lapangan dan insinyur AI. Masing-masing memiliki gaji tahunan rata-rata sebesar USD 199.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar (kurs Rp 17.720) dan USD 166.000 atau Rp 2,9 miliar.

Menurut data ini, generasi milenial mencakup 60% dari perekrutan baru untuk peran kepala AI, yang menawarkan gaji rata-rata USD 236.000 atau Rp 4,1 miliar (per tahun).

Kantenga dari LinkedIn menilai perusahaan-perusahaan masa kini ingin meningkatkan kemajuan secara pesat. Ini kenapa mereka menginvestasikan gaji besar di bidang AI untuk para pekerja.

Selain itu, pekerjaan AI bergaji sangat tinggi karena cenderung membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi. Menurut Kantenga, 91% pekerja di bidang AI memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi, dan tingkat pendidikan rata-rata meningkat pada posisi yang lebih senior.