Ia menjadi sutradara pertama sejak Stanley Kubrick yang memenangkan Academy Award untuk Efek Visual Terbaik untuk "Godzilla Minus One" (2023). Bergabung dengan rumah produksi VFX Jepang Shirogumi Inc. pada 1986, Yamazaki memulai debut sebagai sutradara dengan "Juvenile" (2000). Karya lainnya termasuk "Always: Sunset On Third Street" (2005), "The Eternal Zero" (2013), dan "Stand By Me Doraemon" (2014).

Yamazaki mengatakan pertempuran antara Godzilla dan monster musuh dalam film kali ini menjadi perkelahian fisik yang sengit yang belum pernah terjadi sebelumnya berkat teknologi digital.

Sedangkan untuk tim suara, mengenai suara pesawat tempur, mereka merekam suara mesin benaran dari pesawat yang terbang.

Selain itu, ia optimistis kemampuan pemutaran "Godzilla Minus Zero" dalam ruang audio Dolby Atmos dan format layar IMAX esok akan memberikan pengalaman yang signifikan, memungkinkan penonton merasakan tingkat intensitas yang lebih tinggi, terutama dengan adanya peningkatan tim VFX dari sebelumnya 35 anggota menjadi lebih dari 50 orang untuk film itu.

Sebagai premis dasar, tim merancang fitur utama untuk memberikan pengalaman visual terbaik dalam rasio aspek CinemaScope tradisional (2.35:1).