Filosofi intinya tetap bahwa CinemaScope sebagai master utama. Rasio aspek IMAX yang diperluas (1.90:1 dan 1.43:1) diperlakukan sebagai ekstensi dari pembangunan dunia.
Namun, menemukan komposisi yang berfungsi mulus di CinemaScope dan IMAX terbukti sangat sulit. Daripada sekadar memperluas gambar secara vertikal, Sutradara Yamazaki menggambar ulang setiap papan cerita (storyboard) yang sudah selesai untuk menghitung ulang komposisi bingkai dan skala aksi saat diperluas, memasuki syuting utama hanya setelah persiapan yang matang.
"Semua orang sangat menyukai 'Godzilla Minus One' sehingga saya merasa kami tidak boleh mengecewakan mereka dalam sekuelnya, jadi saya mendekatinya dengan banyak usaha, meski begitu, gaya dasar saya sendiri mungkin tidak banyak berubah. Untungnya, anggaran kami sedikit meningkat (tertawa), jadi saya menghilangkan batasan pada berbagai ekspresi yang sebelumnya saya tahan," kata Yamazaki.
Film "Godzilla Minus Zero" menjadi proyek film Jepang pertama yang digarap khusus menggunakan format "Filmed for IMAX". Penonton di Indonesia dapat menyaksikan kelanjutan kisah "Godzilla Minus One" ini di bioskop reguler maupun studio IMAX terdekat mulai 4 November.