Terkait ukhuwah, Haedar menilai persaudaraan umat mudah diwujudkan dalam ibadah dan kegiatan sosial, tetapi memerlukan mujahadah ketika menyangkut politik dan ekonomi. Ia menyebut fanatisme golongan yang berlebihan sebagai virus ukhuwah.

Haedar mengatakan kuncinya adalah sering bertemu dan bersilaturahmi, merintis kerja sama di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi, serta kembali pada semangat islah bila terjadi perselisihan.

Haedar juga memaparkan perjalanan awal usaha Muhammadiyah yang berangkat dari tafsir Al-Ma'un.

"Dari tafsir Al-Ma'un, KH Ahmad Dahlan membangun gerakan Muhammadiyah yang kini berkembang hingga memiliki 165 perguruan tinggi. Beliau juga seorang pedagang batik yang meneladankan pentingnya kemandirian ekonomi. Semangat kewirausahaan para pendahulu ini perlu kita hidupkan kembali agar umat semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi," ungkap Haedar.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh narasumber Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Presiden SI Hamdan Zoelva.