"Nggak ada lagi titip-titip bahwa ini menangkan ini? Yang dulu dititipi mana orangnya? Sudah diganti semua. Nggak ada ya? Jangan ada yang main-main ya," jelasnya.
Selanjutnya, Amran meminta dua sekuriti mencatat nama pejabat dan ASN yang kerap datang terlambat atau pulang lebih cepat. Ia kemudian meminta Sekretaris Jenderal Kementan untuk memberikan sanksi berupa peringatan dan meminta ASN tersebut membuat surat pernyataan jika terlambat.
"Kasih Pak Sekjen, suruh panggil semua orang (nama-nama ASN dalam catatan), suruh buat pernyataan," tegasnya.
"Banyak temuan, ini pentingnya sidak. Kita mau lihat apakah staf itu disiplin apa tidak, kenapa? karena Rp 1 yang keluar dari Kementan adalah uang rakyat," pungkasnya.