NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan program desa dampingan dilaksanakan untuk memastikan bantuan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui bantuan yang tepat sasaran.

"Kami ingin memastikan bahwa itu benar-benar tepat sasaran. Tentu untuk meningkatkan kesejahteraan, salah satunya kami melakukan pendampingan seperti ini," ujar Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, upaya penanganan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab persoalan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaannya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan bersama pemerintah kabupaten, Baznas, BUMN, dan perusahaan swasta.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama warga yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha. Salah satu bentuknya adalah pemberdayaan perempuan serta pemberian bantuan modal usaha.

"Yang membutuhkan usaha, perempuan-perempuan di Desa Kendalrejo diberdayakan. Usaha-usaha perekonomian masyarakat juga disiapkan bantuan modalnya. Inilah bentuk upaya kami memastikan masyarakat semakin sejahtera," ucap Taj Yasin.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Taskin Setda Jateng Syamsudin Isnaini menjelaskan program desa dampingan merupakan bagian dari gerakan satu perangkat daerah satu desa dampingan. Program ini mendukung prioritas pembangunan Jawa Tengah 2025-2029, khususnya program Desa Maju dan Berdaya serta percepatan penanggulangan kemiskinan.