Syamsudin menegaskan pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pihak untuk mendukung penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kerja sama lintas sektor.
"Seluruh kegiatan desa dampingan di Kendalrejo merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama multisektor. Semua bergerak bersama untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat," tutur Syamsudin.
Dalam pelaksanaannya, berbagai bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Melalui APBD Pemprov Jateng, sebanyak 13 unit RTLH diperbaiki dengan anggaran Rp 260 juta, sedangkan Baznas membantu rehabilitasi lima unit rumah senilai Rp 100 juta.
Selain perbaikan rumah, program ini juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Sebanyak 13 rumah memperoleh sambungan listrik murah senilai Rp 19,5 juta, sementara rehabilitasi jalan dilaksanakan melalui bantuan keuangan pemerintah desa senilai Rp 120 juta. Bantuan sanitasi turut diberikan melalui pembangunan 11 unit jamban oleh Baznas dan Perum Perhutani.
Di bidang ekonomi, warga memperoleh bantuan dua paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp 40 juta dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp 12,5 juta. Selain itu, tersedia lima paket bantuan modal usaha senilai Rp 15 juta untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Dukungan program desa dampingan juga meliputi peralatan modal usaha kelompok, mesin perontok padi dari BRI, peralatan sekolah, akses internet gratis, alat peraga edukasi, serta bantuan pangan bagi masyarakat. Berbagai bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar sekaligus dukungan bagi kegiatan ekonomi warga.