Menurutnya, FOMO dapat terjadi ketika seseorang melihat harga emas naik atau melihat orang lain mulai berinvestasi, kemudian ikut membeli karena takut tertinggal. Sementara itu, YOLO dapat mendorong seseorang untuk menghabiskan uang karena ingin mengikuti gaya hidup tertentu.

Karena itu, Yos mendorong anak muda untuk menerapkan JOMO dalam mengelola keuangan. Artinya, keputusan finansial sebaiknya tidak hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain, tetapi didasarkan pada tujuan dan alasan yang jelas.

"Joy of Missing Out artinya bukan tidak ikut investasi, tapi kita bisa mengatakan bahwa: 'Saya tidak harus mengikuti semua orang, saya tahu tujuan finansial saya, dan saya tahu why kenapa saya berinvestasi," kata Yos.

Head of Retail & Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta, mengatakan melalui bluInvest Emas, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal mulai dari Rp10 ribu. Selain itu, layanan tersebut juga menawarkan kemudahan dalam transaksi jual beli emas.

"Jadi, kita paling affordable untuk belinya pun juga minimal Rp10.000, ngejualnya pun juga tidak ada biaya admin. Sangat mantap. Baik beli maupun jual," kata Edwin.

Nominal yang terjangkau menjadi salah satu kemudahan yang ditawarkan bluInvest Emas, terutama bagi generasi muda. Kemudahan tersebut juga relevan dengan karakteristik pengguna blu. Ia menyebut 91% nasabah blu merupakan generasi milenial dan Gen Z.

"Jadi paling affordable dan itu sangat relevan bagi generasi muda sekarang yang di mana 91% nasabah blu adalah generasi milenial dan generasi Z," ujar Edwin.