APJAPI menyoroti kemungkinan aturan tersebut dapat diikuti maskapai penerbangan lain. Menurut Alvin, karena sistem baru ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi maskapai selain dari penjualan tiket.

"Kemungkinan maskapai lain meniru? Mungkin saja, karena kalau ini melanggar dibiarkan, yang lain juga bisa ikut-ikutan. Karena ini menghasilkan pendapatan tambahan bagi airlines, itu yang kami khawatirkan," jelas Alvin.

Di sisi lain, Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills menyatakan aturan baru tersebut masih dalam tahap transisi. Sehingga pihaknya akan terus memastikan proses penerapannya berjalan dengan jelas.

"Kami memahami bahwa penerapan skema baru membutuhkan proses adaptasi. Karena itu, prioritas kami adalah memastikan transisi ini berlangsung sejelas dan semudah mungkin, sekaligus memastikan tim kami siap membantu pelanggan di sepanjang perjalanan," ucapnya, dihimpun dari keterangan resmi.