Namun aliran uang dari industri ponsel ke Nokia sebenarnya adalah terkait lisensi paten. Nokia Technologies, sebagai cabang lisensi perusahaan, mencatatkan penjualan bersih sebesar USD 2,2 miliar (Rp 39 triliun) tahun 2024, naik dari USD 1,3 miliar pada 2023.
Lonjakan sebesar 78% ini didorong kesepakatan lisensi baru dengan Oppo dan Vivo, ditambah pembayaran susulan dari perselisihan sebelumnya. Nokia juga menandatangani perjanjian lisensi paten jangka panjang baru dengan Apple, yang berlaku mulai Januari 2024.
Bukan hanya Apple, Nokia juga memperbarui perjanjiannya dengan Samsung tahun 2023, Huawei pada Desember 2022, serta Honor, Oppo, dan Vivo, praktis mencakup semua pemain besar di industri ponsel.
Nokia mengelola sekitar 26.000 rumpun paten yang dibangun dari penelitian dan pengembangan (R&D) senilai lebih dari USD 162 miliar sejak tahun 2000. Inilah alasan mengapa Nokia mendapat bayaran untuk perangkat yang beroperasi di jaringan 2G hingga 5G.
Nokia juga mulai melisensikan paten ke bidang baru seperti otomotif, dengan menandatangani kesepakatan bersama beberapa produsen mobil Chiina dan Mercedes, seiring beralihnya kebutuhan konektivitas ke dalam mobil.