Besarnya pasokan itu tidak berbanding lurus dengan keuntungan. Profit perusahaan tidak terlalu besar dan pendapatan negara tidak maksimal. Menurut Bahlil, pembukaan lahan tambang yang masif membuat batu bara Indonesia akhirnya dijual murah.
Bahlil mengaku sempat berupaya menaikkan harga acuan, namun tidak diindahkan pasar. Pemerintah kemudian memilih menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan lewat kontrol produksi. Hasilnya, harga batu bara tahun ini bisa mencapai US$154 per ton.
"Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan. Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan," ujarnya.
Merespons peningkatan jumlah perusahaan yang mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari sekitar 500 pada 2025 menjadi 650 pada 2026, Bahlil meminta para pengusaha tidak saling mendahului.