"Kita melihat tren ini akan masif ke depannya, sehingga kita the first player untuk kategori multi kategori. Kita take the risk untuk memulainya di Indonesia," ungkapnya.

Lusty menegaskan konsep yang ditawarkan Modena bukan sekadar memindahkan pembayaran pembelian produk menjadi cicilan bulanan. Nilai yang ditekankan adalah kemudahan penggunaan sekaligus layanan purnajual yang terintegrasi.

Dalam paket subscription, biaya dapat mencakup pemasangan oleh teknisi Modena serta layanan perawatan dan penggantian suku cadang sesuai ketentuan produk. Untuk kategori RO, misalnya, layanan juga mencakup pembersihan dan penggantian filter secara berkala.

"Maintenance worry free, service part juga worry free," kata Lusty.

Terkati target pasar, Modena tidak hanya membidik konsumen rumah tangga secara umum. Layanan tersebut juga diarahkan kepada keluarga yang baru membangun rumah tangga, penghuni apartemen atau residensial, serta segmen business-to-business tertentu.

Bagi keluarga muda, skema berlangganan dinilai dapat menjadi alternatif ketika pembelian sejumlah perangkat rumah tangga sekaligus membutuhkan pengeluaran awal yang besar.

Meski demikian, Lusty menegaskan produk rumah tangga dalam skema subscription tersebut tidak ditujukan untuk kebutuhan komersial berat seperti laundry hotel atau rumah sakit. Segmen tersebut membutuhkan produk dengan spesifikasi komersial yang berbeda.

Dari respons pasar sejauh ini, kategori RO menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati pelanggan Modena Subscription. AC menyusul karena konsumen cenderung membutuhkan perawatan secara berkala. Ia menilai karakter kebutuhan yang berulang membuat kedua kategori tersebut relatif mudah dikaitkan dengan model subscription.

"Air itu yang paling easy untuk nempel bahwa sehari-hari kita minum air. Jadi RO itu sekarang memang favorable. Setelah RO, itu air conditioner karena maintenance free," ucapnya.