Dr Britton menyebutkan bahwa fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Catatan kuno dalam literatur Buddhisme dari ratusan tahun lalu sudah memuat efek samping meditasi. Namun, popularitas dan nilai komersial mindfulness yang tinggi membuat sisi risiko ini jarang diangkat ke permukaan.
"Banyak orang mendatangi saya dan bertanya, 'Mengapa tidak ada yang memberi tahu saya bahwa hal ini bisa terjadi?' Kami tidak berusaha mengurangi manfaat meditasi, tetapi penting bagi masyarakat untuk memahami gambaran secara utuh," tegas Dr Britton.
Para ahli menekankan bahwa hasil studi ini bukan berarti meditasi itu 'buruk'. Bagi banyak peserta, meditasi tetap memberikan dampak positif yang besar bagi kesehatan jiwa. Kuncinya adalah menyadari respons tubuh dan pikiran masing-masing.