Di sinilah skala menjadi penting bagi Indonesia. Kita memiliki pasar yang besar dan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Tetapi jumlah penduduk tidak dengan sendirinya menjadi kekuatan ekonomi. Populasi yang besar tanpa produktivitas hanya menghasilkan pasar yang besar. Populasi yang besar dengan manusia yang produktif dapat menjadi mesin pertumbuhan.
Jika itu terjadi, transformasi digital tidak lagi sekadar cerita tentang aplikasi, platform, atau kecerdasan buatan. Ia menjadi bagian dari proses pembangunan ekonomi. Teknologi membantu perusahaan menjadi lebih efisien, talenta membantu teknologi menghasilkan nilai, dan peningkatan produktivitas membantu ekonomi bergerak ke tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, jebakan pendapatan menengah bukan hanya persoalan pendapatan yang belum cukup tinggi. Ia adalah persoalan ketika sebuah negara tidak berhasil mengubah sumber keunggulan ekonominya. Dari murah menjadi produktif. Dari mengandalkan sumber daya menjadi mengandalkan pengetahuan. Dari meniru menjadi berinovasi.
Karena itu, mencetak talenta digital bukan sekadar agenda menyiapkan tenaga kerja untuk masa depan. Ia adalah bagian dari strategi Indonesia untuk mengubah mesin pertumbuhan ekonomi. Jika transformasi digital mampu meningkatkan produktivitas, dan talenta mampu menjadi penggeraknya, maka digitalisasi bukan lagi sekadar perubahan cara kita bekerja. Ia dapat menjadi salah satu jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Remon Samora. Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.