Selain lelang reguler, Suminto menyebut pemerintah juga telah menjadwalkan penerbitan SBN ritel, yakni Saving Bond Retail (SBR) 015 untuk konvensional dan Sukuk Tabungan (ST) 017 untuk instrumen syariah.

Namun, pemerintah akan mempertimbangkan penerbitan SBN valuta asing (valas) atau global bond dengan melihat situasi pasar keuangan global yang masih dinamis.

"Namun space untuk penerbitan itu masih ada subject to market condition. Dari sisi persiapan kami telah melakukan persiapan baik dari sisi dokumentasi hukum, dokumentasi transaksi yang diperlukan dalam hal nanti kami akan melakukan penerbitan SBN valas," bebernya.

Tak hanya itu, pemerintah juga berpotensi menarik pinjaman program dari lembaga bilateral dan multilateral sebesar US$ 1,8 miliar. Menurut Suminto, pinjaman tersebut siap ditarik pada kuartal IV-2026.

"Selain itu kami juga masih memiliki potensi penarikan pinjaman program dari bilateral dan multilateral sebesar US$1,8 miliar siap untuk ditarik di kuartal keempat," imbuh ia.