Ia menyebut, kerusakan di lokasi seperti Taman Aries bukan disebabkan tindakan kriminal seperti pencurian, tapi karena faktor usia.

"Kalau di Taman Aries bukan rusak karena dicuri atau hilang, tapi lebih karena faktor usia (pemakaian lama). Jadi jalannya, paving block atau guiding block-nya kita ganti, lalu pagarnya kita cat ulang," ungkapnya.

Guna memperketat pengawasan di 288 lokasi taman publik serta 17 lokasi Taman Maju Bersama (TMB) di Jakarta Barat, Dirja mengajak masyarakat sekitar untuk aktif melapor jika menemukan kejanggalan.

Menurutnya, pengelolaan ratusan taman tersebut saat ini ditangani beriringan oleh Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan dan Seksi Taman Tingkat Kota.

"Sebenarnya kita sangat berharap peran serta masyarakat di sekitar taman untuk ikut menjaga. Kalau melihat ada hal yang mencurigakan, baik siang maupun malam, misalnya ada yang membongkar fasilitas atau melepas lampu taman kita, silakan langsung dilaporkan ke kami atau lewat CRM. Nanti mungkin kita juga akan pasang spanduk imbauan juga di lokasi," kata dia.