NADIKABAR.COM — Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat akan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah taman publik untuk mencegah pencurian serta perusakan sarana dan prasarana.
"Sebenarnya, solusi terbaik adalah memasang CCTV dan mendirikan pos jaga di lokasi. Tentu, dengan syarat jaringan internetnya tersedia," kata Kasudin Tamhut Jakbar, Dirja Kusuma saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Upaya ini menyusul ditemukannya kasus perusakan dan hilangnya sejumlah fasilitas taman, salah satunya pagar di Taman Pedongkelan yang dicopot oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Terkait laporan ke pihak aparat penegak hukum (APH), pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi lapangan sebelum menindaklanjutinya secara resmi.
"Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari Pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke Aparat Penegak Hukum (APH) biasanya. Tapi sementara ini, tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti datanya akan kita tindak lanjuti," paparnya.
Sementara untuk mekanisme pemasangan CCTV di lokasi seperti Taman Pedongkelan, pihaknya menargetkan perbaikan sarana dan prasarana terlebih dahulu serta koordinasi pengadaan jaringan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) DKI Jakarta.
"Di Pedongkelan sepertinya belum ada (CCTV). Nah, ke depannya sarana-prasarananya kita perbaiki dulu. Nanti kalau ada pos jaganya, kita akan mengajukan pengadaan CCTV dan jaringan internetnya ke Diskominfo. Dari kita ada unit CCTV-nya, tinggal dipasang," ujar Dirja.
Pengadaan pos jaga dan pengajuan unit CCTV ini rencananya tidak hanya diterapkan di Taman Pedongkelan, melainkan ditargetkan bertahap di taman-taman lain di wilayah Jakarta Barat yang dinilai rawan.
Selain kasus pencurian, pemulihan sarana dan prasarana rutin juga terus dilakukan di tempat lain, seperti di Taman Aries, Kembangan melalui jalur swakelola.
"Sebenarnya salah satu tugas Kasatpel di masing-masing kecamatan adalah melakukan pemulihan terkait sarana dan prasarana taman yang rusak. Di tiap kecamatan kan ada fasilitas area bermain yang rusak, pagarnya lepas, dan lain-lain. Salah satu tugas Kasatpel adalah melakukan penataan dan perbaikan rutin," tuturnya.
Ia menyebut, kerusakan di lokasi seperti Taman Aries bukan disebabkan tindakan kriminal seperti pencurian, tapi karena faktor usia.
"Kalau di Taman Aries bukan rusak karena dicuri atau hilang, tapi lebih karena faktor usia (pemakaian lama). Jadi jalannya, paving block atau guiding block-nya kita ganti, lalu pagarnya kita cat ulang," ungkapnya.
Guna memperketat pengawasan di 288 lokasi taman publik serta 17 lokasi Taman Maju Bersama (TMB) di Jakarta Barat, Dirja mengajak masyarakat sekitar untuk aktif melapor jika menemukan kejanggalan.
Menurutnya, pengelolaan ratusan taman tersebut saat ini ditangani beriringan oleh Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan dan Seksi Taman Tingkat Kota.
"Sebenarnya kita sangat berharap peran serta masyarakat di sekitar taman untuk ikut menjaga. Kalau melihat ada hal yang mencurigakan, baik siang maupun malam, misalnya ada yang membongkar fasilitas atau melepas lampu taman kita, silakan langsung dilaporkan ke kami atau lewat CRM. Nanti mungkin kita juga akan pasang spanduk imbauan juga di lokasi," kata dia.