NADIKABAR.COM — Bagi para penikmat musik yang sering mengeluhkan aplikasi resmi Spotify versi desktop yang rakus memori RAM, kehadiran klien pihak ketiga bernama Spotifast menjadi angin segar.

Aplikasi open-source ini hadir sebagai alternatif teruji yang mampu memangkas penggunaan RAM hingga lima kali lipat lebih hemat dibanding aplikasi resminya, sekaligus membawa sentuhan nostalgia pemutar musik era 2000-an.

Salah satu alasan utama mengapa aplikasi resmi Spotify terasa berat di PC atau laptop adalah penggunaan framework berbasis web (Electron) yang pada dasarnya menjalankan browser engine utuh di latar belakang. Hal ini membuat aplikasi Spotify resmi kerap menguras memori RAM mulai dari 600 MB hingga lebih dari 1 GB.

Sebaliknya, Spotifast yang dikembangkan oleh pengembang Carmine Paolino dibangun murni menggunakan bahasa pemrograman Rust dan pustaka antarmuka egui. Tanpa adanya browser engine, aplikasi ini sangat ringan, dapat terbuka dalam waktu kurang dari satu detik, dan hanya mengonsumsi RAM sekitar 100 MB hingga 250 MB saat beroperasi.

Tidak sekadar mengejar efisiensi performa, Spotifast menawarkan fitur retro yang memanjakan para pencinta musik lawas:

Meski berukuran kecil, Spotifast tetap membawa fungsi utama yang lengkap. Pengguna dapat menjelajahi pustaka musik, mencari lagu, album, podcast, mengedit playlist, serta memanfaatkan fitur Spotify Connect untuk mengontrol pemutaran musik antar-perangkat. Aplikasi ini juga mendukung pintasan tombol keyboard, pengontrol media sistem, hingga pilihan tema kustom.

Untuk dapat memutar lagu, pengguna diwajibkan masuk menggunakan akun Spotify Premium. Pemilik akun gratis tetap dapat memanfaatkan Spotifast untuk mencari katalog dan mengelola pustaka lagu. Spotifast kini sudah dapat diunduh secara gratis untuk perangkat berbasis Windows, macOS, dan Linux, demikian dikutip NadiKabar dari The Verge, Jumat (9/10/2026).