NADIKABAR.COM — Kebakaran di tanah gambut sulit dipadamkan karena api dapat tertahan di bawah tanah. Kondisi ini menjadi tantangan saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memahami lahan gambut yang bisa menyimpan air bisa menjadi petunjuk penanganan. Ini karena hutan rawa gambut bisa mengatur curah hujan di wilayah sekitarnya.

"Karena itu, menjaga gambut tetap basah dan sehat tidak hanya penting untuk mencegah kebakaran, tetapi juga untuk mempertahankan fungsi ekologisnya. Pengkajian hutan rawa gambut adalah pendekatan multidisiplin dan harus menjadi kerja sama berbagai pusat riset di BRIN dengan Pusat Riset Ekologi sebagai leadernya," kata Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, dikutip dari laman resmi BRIN.

Lahan ini juga memiliki fungsi penting lainnya, seperti menyimpan karbon dalam jumlah besar. Hal ini menjelaskan betapa pentingnya lahan gambut untuk menghadapi perubahan iklim. Saat kondisi air sedang surplus, air akan tersimpan dalam tanah dalam jumlah besar.

Namun, saat sedang musim kemarau atau saat tidak ada lagi aliran air alami, risiko kebakaran dalam tanah akan meningkat.