Untuk memantau kondisi tanah di lahan gambut, BRIN mengembangkan sistem monitoring air tanah di lahan gambut yang disebut Ground Water Level (GWL). Sistem ini bisa melihat kondisi air di kawasan gambut dan mengidentifikasi perubahan yang dapat menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran. Selain itu, juga bisa memonitor emisi karbon yang dihasilkan dari kawasan gambut yang terbakar.

BRIN menyampaikan bahwa sistem ini telah digunakan untuk memantau beberapa wilayah di Indonesia setiap harinya. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan lahan dan juga untuk mengetahui perubahan kondisi hidrologi gambut.

Albertus menjelaskan bahwa sistem monitoring GWL ini dapat digunakan sebagai peringatan dini untuk mengetahui kapan lahan mulai berpotensi tinggi untuk terbakar. Ketika tinggi muka air tanah mendekati atau melewati titik kritis tertentu, indikasi asap dapat terdeteksi setelahnya.

"Karena itu, menjaga gambut tetap basah dan sehat tidak hanya penting untuk mencegah kebakaran, tetapi juga untuk mempertahankan fungsi ekologisnya," pungkasnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.