Rencana keberangkatan itu sendiri sudah diproses sejak tahun 2025 lalu. Setelah penantian panjang, Teteng akhirnya resmi diberangkatkan ke Fiji pada 22 Juli 2026. Padahal, pihak keluarga sempat melarang keras keberangkatan tersebut.
Detri menceritakan, sebelum memutuskan melaut, suaminya itu memiliki pekerjaan di Palabuhanratu sebagai juru masak di dapur MBG, diselingi menjadi pengemudi ojek daring.
"Saya bilang, 'Udah jangan, di sini aja. Biarin gaji kecil yang penting di sini, mau makan mau enggak.' Tapi suami bilang, kalau batal berangkat harus ganti rugi ke pihak sponsor sebesar Rp 15 juta untuk ganti biaya paspor dan medical check up. Karena kepikiran beban itu, akhirnya dia terpaksa tetap berangkat," tuturnya dengan suara yang mulai tercekat menahan tangis.
Alih-alih memperbaiki taraf ekonomi, mimpi indah itu langsung buyar sesampainya Teteng di Fiji. Baru tiga hari berada di atas kapal, bos pengelola kapal asal China dikabarkan kabur membawa uang operasional perusahaan.