Suplai makanan yang hanya bertahan sepekan pun langsung ludes, hingga para ABK tidak menerima sepeser pun uang kiriman maupun gaji.
Saat menceritakan kondisi kedua buah hatinya, anak perempuan kelas 4 SD dan anak laki-laki yang masih berusia 4 tahun, pertahanan emosi Detri akhirnya runtuh. Tangisnya meledak tak lagi terbendung di ujung telepon.
"Saya pengin suami saya kembali lagi pulang. Biarin hidup susah di sini. Saya di sini pun bingung mau bagaimana buat makan anak-anak, buat jajan mereka sehari-hari saya sudah enggak tahu lagi," ucap Detri diiringi isak tangis yang terdengar pilu dan tersedu-sedu.
Detri berharap penuh kepada pihak pemerintah dan instansi terkait agar segera turun tangan mengevakuasi sang suami beserta para ABK lainnya yang saat ini masih terjebak di tengah perairan Suva, Fiji.