Berdasarkan data awal pilot project di SMA Negeri 1 Tanjungpinang selama delapan hari menunjukkan rata-rata sisa pangan mencapai 139 gram per orang per hari, dengan protein menjadi komponen sisa terbesar. Sementara pada rumah tangga, rata-rata sisa pangan tercatat 95,9 gram per orang per hari.
Sedangkan pengamatan pada sektor hotel dan restoran juga menunjukkan pencatatan sisa pangan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha, khususnya dalam menyesuaikan menu, porsi, produksi, serta pemanfaatan pangan.
Robert menyampaikan melalui Gerakan Tanjak Pangan, masyarakat diajak melakukan langkah sederhana, seperti merencanakan belanja, membeli dan memasak sesuai kebutuhan, mengambil makanan secukupnya, menyimpan pangan dengan benar, mengolah kembali pangan yang masih layak, serta menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan. Gerakan ini menerapkan pendekatan βCatat, Analisis, Cegah, Selamatkan, dan Laporkanβ.
"Data sisa pangan yang terkumpul selanjutnya menjadi bahan monitoring dan evaluasi sekaligus mendukung pengambilan kebijakan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Tanjungpinang," ujarnya.