Ia menekankan dalam pelaksanaannya, setiap unsur memiliki peran masing-masing. Pemerintah daerah memperkuat kebijakan dan koordinasi, PKK serta RT/RW melakukan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendukung pengelolaan sisa organik, sementara Diskominfo mendukung kampanye dan publikasi.

Di sisi lain, hotel, restoran, katering, dan pelaku pariwisata didorong untuk mengurangi sisa pangan dari aktivitas usahanya.

Robert berharap Gerakan Tanjak Pangan tumbuh menjadi gerakan kolaboratif yang dimulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, dunia usaha, hingga lingkungan masyarakat. Dengan perubahan kebiasaan sehari-hari, upaya mengurangi pemborosan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Mulai hari ini, mulai dari piring kita. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi," demikian Robert.