Hari saat melakukan pemesanan juga dapat memengaruhi harga tiket. Melansir Traveloka, penumpang disarankan menghindari pemesanan pada Jumat hingga Minggu ketika permintaan cenderung meningkat. Selasa atau Rabu malam disebut sebagai waktu yang lebih tepat untuk bertransaksi, terutama saat maskapai memperbarui tarif dan menawarkan promo. Pemesanan pada pukul 23.00-05.00 juga dapat dipertimbangkan ketika aktivitas pencarian relatif lebih rendah, sehingga peluang mendapatkan harga yang lebih kompetitif bisa lebih besar.
Membeli bagasi langsung di bandara jauh lebih mahal ketimbang secara daring. Data Traveloka mencatat bagasi Pelita Air secara daring dibanderol Rp25 ribuan hingga Rp35 ribuan per kg, tetapi melonjak jadi Rp40 ribuan hingga Rp50 ribuan per kg di bandara. Pada TransNusa, biaya tambahan bagasi 5 kg secara daring berkisar Rp150 ribuan, sedangkan di bandara mencapai Rp175 ribuan. Timbang barang bawaan dari rumah dan belilah jatah bagasi lebih awal demi menghindari pembengkakan biaya.
5. Mengabaikan Perbedaan Jatah Bagasi Antarmaskapai
Tiket dengan harga murah juga belum tentu sudah mencakup bagasi tercatat. Misalnya, Super Air Jet mengenakan biaya mulai Rp85 ribuan untuk bagasi 10 kg, sedangkan Pelita Air memberikan jatah bagasi gratis hingga 20 kg. Kebijakan bagasi setiap maskapai pun dapat berubah. Melansir Traveloka, Lion Air menetapkan jatah bagasi tercatat 10 kg sejak 17 Juli 2025. Sementara itu, mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia menerapkan sistem piece concept yang menghitung jatah bagasi gratis berdasarkan jumlah koper.
6. Mengabaikan Pilihan Bandara Asal
Kota besar dengan beberapa bandara menawarkan variasi penerbangan dan harga yang berbeda. Melansir Traveloka, rute Soekarno-Hatta menuju Denpasar dilayani sembilan maskapai dengan 249 penerbangan per minggu per September 2026, sedangkan dari Halim Perdanakusuma hanya dua maskapai. Persaingan ketat di Soekarno-Hatta menghasilkan opsi tarif lebih kompetitif dibanding Halim pada tanggal yang sama.