NADIKABAR.COM — Seorang pengendara sepeda motor mengaku diintimidasi di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi menangkap sejumlah penagih utang (debt collector/DC) usai korban melapor lewat Call Center Polri 110.
Sebanyak 5 orang ditetapkan sebagai tersangka diduga terlibat dalam pengancaman dan upaya perampasan sepeda motor milik Eko Febriansyah pada Selasa (20/10). Penyidik masih menelusuri keterlibatan masing-masing tersangka terkait peristiwa yang terjadi di Jalan Menceng Raya, Kalideres, Jakbar.
"Penyidik selanjutnya akan mendalami peran masing-masing dalam dugaan tindak pidana tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, Kamis (22/10/2026).
Dalam penanganan perkara itu, polisi juga mengamankan lima sepeda motor. Satu kendaraan merupakan milik korban, sedangkan empat lainnya diduga digunakan oleh orang-orang yang terlibat dalam kejadian.
Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat dia berangkat kerja pada Selasa (20/10) pagi. Di tengah perjalanan, sejumlah pria memepet kendaraannya hingga ia hampir terjatuh.
"Jadi, pada saat saya mau berangkat kerja tadi pagi, di jalan saya tiba-tiba diserempet sama enam orang. Dipepet, saya hampir terjatuh. Mereka bilang, 'Ini motor enggak ada pelatnya, kami mau periksa'," ujar Eko di Polsek Kalideres.
Eko menolak permintaan tersebut dan mempertanyakan kewenangan mereka untuk memeriksa sepeda motornya. Ia mengaku mendapat ancaman dan saat hendak berputar balik untuk meminta bantuan keluarga, kendaraannya disebut ditabrak oleh salah seorang pria itu.
Perselisihan berlanjut hingga terjadi aksi tarik kerah baju. Menurut Eko, kelompok tersebut tetap memaksa memeriksa kendaraan meski ia sudah menyatakan keberatan.
"Saya bilang, 'lho, kalian kan bukan polisi, apa hak kalian buat periksa-periksa motor saya?'. Terus kerah baju saya langsung ditarik, 'kamu jangan sombong kamu. Kamu anggota (polisi)?'," tutur Eko.
Di tengah kejadian, Eko melakukan panggilan video kepada seorang anggota Polsek Kalideres untuk meminta bantuan sekaligus menghadirkan saksi atas situasi yang dihadapinya. Ia juga melaporkan kejadian tersebut melalui layanan 110, yang ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi lokasi.