NADIKABAR.COM — Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma meminta kepolisian mengusut tuntas kematian taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla (18) saat mengikuti masa orientasi untuk memastikan penyebabnya.

"Secara aturan kan sudah tidak ada lagi ospek yang mengedepankan perlakuan fisik. Harus diusut indikatornya, apakah ini ulah senioritas atau kelalaian dari akademik," kata Sudirman Haji Uma di Banda Aceh, Selasa.

Muhammad Rasya Fadilla meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu (27/9).

Mahasiswa program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, itu sebelumnya mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan hingga kemudian dirujuk ke rumah sakit setelah muncul ruam kemerahan di tubuhnya.

Haji Uma mengatakan kepolisian perlu mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan apakah terdapat unsur kekerasan, senioritas maupun kelalaian dalam penanganan korban.

Ia merujuk Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang mengatur pencegahan dan penanganan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Haji Uma juga mempertanyakan penanganan kesehatan terhadap korban sejak mengalami demam tinggi hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.