Menurut Djuhandhani, tawuran di lokasi semakin kompleks lantaran melibatkan kelompok tertentu yang tidak terkait dengan sengketa lahan tersebut. Dia menduga ada pihak lain yang terlibat karena dipicu kesalahpahaman.
"Seperti tadi malam ini adalah, kalau menurut laporan Kapolres, ini sebetulnya bukan yang berkonflik. Karena konflik sebelumnya dengan kelompok tertentu, kemudian ada yang salah lempar sehingga yang salah lempar itu membalas lagi. Ini yang terus kita jaga," ungkapnya.
"Dengan kejadian kemarin, kami mengupayakan untuk duduk bersama, kita lokalisir permasalahannya, sehingga permasalahan-permasalahan yang menjadi pemicu segera kita selesaikan," sambung Djuhandhani.
Meski upaya restoratif akan ditempuh, Djuhandhani memastikan akan menindak tegas pelaku tawuran. Di sisi lain, pihaknya tetap mengutamakan melakukan upaya mediasi.
"Kita akan terus melaksanakan penegakan hukum. Di samping melaksanakan upaya-upaya yang tadi kami sampaikan, kita terus mempertemukan kedua belah pihak untuk mengelola permasalahan," imbuhnya.