Diketahui, tawuran di Jalan Borong Raya Makassar terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 13.00 Wita. Polisi yang turun ke lokasi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa lantaran sempat diserang oleh massa.

"Kerusuhan warga tim redaksi kelompok Aditarina dengan kelompok Bittowa (Lama) yang terjadi kurang lebih jam 3 (dini hari)," ujar Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Eddy Sumantri kepada wartawan, Minggu (13/9).

Sehari setelahnya, tawuran kembali pecah di lokasi yang sama pada Senin (14/9). Massa saling serang menggunakan busur panah, batu hingga melemparkan bom molotov.

Eddy belum merinci pemicu tawuran tersebut. Dia mengaku tawuran ini kembali pecah setelah salah satu kubu tidak terima dengan penyerangan sebelumnya.

"Seperti biasanya untuk penyerangan ini kedua kubu, kubu ini tidak menerima dengan hasil itu (penyerangan sebelumnya)," tutur Eddy.