"Terkadang kalau satu dua orang kita minta Rp 100 ribu per sekali angkut. Itu pun nanti ditawar sampai Rp 75 ribu," katanya.

Adapun jadwal beroperasi mereka disesuaikan dengan jam tiba kapal membawa wisatawan. "Kita mulai mangkal jam 6 pagi sampai jam 5 sore. Terkadang ada yang datang malaman. Tapi jam 5 biasanya terakhir," pungkasnya.

Dalam sehari, rata-rata para sopir bisa melakukan 3 hingga 4 kali pengantaran. Dengan karakteristik jalan di Nusa Lembongan yang menanjak dan berliku, kendaraan bak terbuka ini dianggap paling tangguh dan praktis untuk menembus berbagai medan menuju vila atau hotel wisatawan.

Selain taxi pickup, wisatawan juga bisa menyewa sepeda motor dan mobil. Untuk mobil, pihak penyedia jasa sewa juga memodifikasi mobil mereka menjadi terbuka. Untuk jenis mobil modifikasi seperti itu, biaya sewanya bertarif Rp 1 juta per 6 jam.

Sementara, sewa sepeda motor bertarif Rp 150 ribu per hari. Irwan, salah seorang penyedia jasa sewa di Nusa Lembongan menerangkan di musim ramai, 15 unit sepeda motornya selalu habis disewa wisatawan.