NADIKABAR.COM — Taxi pickup atau mobil bak terbuka menjadi pemandangan unik dan sekaligus ikonik di kawasan wisata Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. Wisatawan asing atau wisman yang baru tiba di pulau ini diangkut dengan mobil bak terbuka yang dimodifikasi khusus menjadi angkutan penumpang, atau lebih dikenal sebagai taxi pickup.

Setiap hari, para sopir akan berdiri di bibir pantai menyambut wisatawan yang baru tiba di pelabuhan. "Taxi, Sir, taxi," kata mereka bersahutan menawarkan jasa angkutan umum khas di pulau tersebut.

Mobil ini memang menjadi andalan untuk mobilitas para turis dari pelabuhan Jembatan Kuning Nusa Lembongan ke berbagai penginapan dan daya tarik wisata di pulau tersebut.

Salah seorang sopir, Wayan Anek, menuturkan seiring waktu, moda transportasi ini telah mengalami perkembangan.

"Kalau tidak salah sudah ada sejak 2010 lalu. Awalnya dulu, wisatawan dibawa menggunakan mobil bak tertutup," ujar Wayan Anek kepada NadiKabar saat tengah menunggu penumpang di kawasan Jungutbatu, Senin (7/9/2026).

Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran tren. Wisatawan kini justru lebih menyukai jenis bak terbuka. "Karena bisa melihat pemandangan secara langsung," imbuh Wayan.

Untuk dapat beroperasi sebagai taksi, para sopir yang merupakan warga setempat melakukan modifikasi pada kendaraan pikap mereka. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, berkisar tim redaksi Rp 10 juta hingga Rp 25 juta per unit.

Saat ini, jumlah angkutan pikap wisata ini mencapai ratusan unit yang tersebar di seluruh penjuru Nusa Lembongan. Mengenai tarif, harganya cukup bervariasi tergantung jumlah penumpang.

"Kalau satu rombongan ramai, misal 10 atau 11 orang, diminta Rp 200 ribu sekali angkut. Tapi rata-rata tarifnya di kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu," jelas Wayan.

Uniknya, harga tersebut bersifat dinamis. Wayan mengaku, dari tarif yang dipatok, para sopir kerap kali ditawar wisatawan.

"Terkadang kalau satu dua orang kita minta Rp 100 ribu per sekali angkut. Itu pun nanti ditawar sampai Rp 75 ribu," katanya.

Adapun jadwal beroperasi mereka disesuaikan dengan jam tiba kapal membawa wisatawan. "Kita mulai mangkal jam 6 pagi sampai jam 5 sore. Terkadang ada yang datang malaman. Tapi jam 5 biasanya terakhir," pungkasnya.

Dalam sehari, rata-rata para sopir bisa melakukan 3 hingga 4 kali pengantaran. Dengan karakteristik jalan di Nusa Lembongan yang menanjak dan berliku, kendaraan bak terbuka ini dianggap paling tangguh dan praktis untuk menembus berbagai medan menuju vila atau hotel wisatawan.

Selain taxi pickup, wisatawan juga bisa menyewa sepeda motor dan mobil. Untuk mobil, pihak penyedia jasa sewa juga memodifikasi mobil mereka menjadi terbuka. Untuk jenis mobil modifikasi seperti itu, biaya sewanya bertarif Rp 1 juta per 6 jam.

Sementara, sewa sepeda motor bertarif Rp 150 ribu per hari. Irwan, salah seorang penyedia jasa sewa di Nusa Lembongan menerangkan di musim ramai, 15 unit sepeda motornya selalu habis disewa wisatawan.