Upaya penanganan kemiskinan di Jawa Tengah juga mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten melalui berbagai program di daerah masing-masing.
Dalam ajang Mandaya Award 2026, Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo meraih kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan, sedangkan Kabupaten Pekalongan mendapat kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.
Capaian sejumlah kabupaten tersebut turut menunjukkan bahwa upaya penurunan kemiskinan perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Luthfi menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pelaksanaan program, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
"Ini bukti bahwa output daripada kegiatan pembangunan adalah masyarakat bisa berdaya dan sejahtera," katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan sejumlah strategi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin dan rentan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menjelaskan bahwa terdapat tiga strategi utama yang dikembangkan untuk menurunkan angka kemiskinan.
Menurutnya strategi tersebut meliputi pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan rentan, pengurangan kantong kemiskinan melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan, serta pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan instansi vertikal.
Syamsudin menambahkan, program 1 OPD 1 Desa Dampingan telah berjalan lebih dari lima tahun untuk membantu mengurangi kantong-kantong kemiskinan. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan pemberian modal yang bersumber dari pemerintah, CSR, Baznas, serta pihak lainnya.