Pendekatan yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat tersebut sejalan dengan arah kebijakan pengentasan kemiskinan yang turut disoroti pemerintah pusat.
Dalam acara Mandaya Award 2026, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi simbol perubahan pendekatan penanganan kemiskinan di Indonesia.
Muhaimin menjelaskan, penanganan kemiskinan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat dan penyediaan pendidikan yang layak bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui Sekolah Rakyat.
Ia juga menyebut penurunan angka kemiskinan nasional dalam dua tahun terakhir melibatkan peran berbagai pihak, mulai dari akademisi dan pemerintah daerah hingga sektor swasta.
Menurut Muhaimin, keterlibatan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan hidup mandiri.
"Kita ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri," ucap Muhaimin.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai program pemberdayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menjaga tren penurunan angka kemiskinan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.