NADIKABAR.COM — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menambah penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras guna menjaga inflasi beras serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat di berbagai daerah.
"Guna menjaga inflasi beras, pemerintah melalui Bapanas mengeluarkan penugasan kepada Perum Bulog untuk menambah alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sebanyak 74,18 ribu ton atau ekuivalen dengan 14,83 juta kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram," kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya yang terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Penambahan SPHP beras itu menyusul penugasan sebelumnya, yakni penyaluran SPHP beras sejumlah 828 ribu ton yang telah tuntas 100 persen pada 23 September 2026.
Kebutuhan anggaran untuk tambahan penugasan SPHP beras 74,18 ribu ton itu sebesar Rp409 miliar dan Bulog diberi tenggat waktu salur sampai 20 November 2026.
"Sekarang stok beras kita banyak. Indonesia tidak impor beras medium lagi. Kita operasi besar, SPHP beras digelontorkan. Kemudian, ada bantuan pangan untuk 33,24 juta orang di seluruh Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, tingkat inflasi khusus beras secara tahunan per September berada di level 3,73 persen. Jika dibandingkan terhadap bulan sebelumnya memang terjadi peningkatan.
Namun, terhadap September tahun 2025 yang 4,06 persen, inflasi beras pada September 2026 masih lebih stabil. Bahkan, inflasi beras pada September 2024 sempat mencatat level 5,91 persen.