BPS juga mengutarakan fluktuasi harga beras sangat dipengaruhi pada kelancaran rantai pasok di hulu. Apabila pasokan gabah tersendat masuk ke penggilingan, tentu punya implikasi yang signifikan.

"Tentunya (kemarau) ini turut membatasi dari kegiatan untuk menanam dan juga terjadi pada beberapa di sentra produksi, sehingga ada pasokan gabah yang masuk ke penggilingan menjadi ada hambatan atau terbatas," jelas Ateng lagi.

Kendati demikian, kinerja luas panen padi pada El Nino tahun 2026 disebut BPS masih lebih baik dibandingkan El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2023 dan 2024.

Luas panen padi Januari sampai November 2026 diperkirakan 10,56 juta hektare. Angka itu jauh lebih tinggi dari pada 2023 dan 2024 yang masing-masing di 9,86 juta hektare dan 9,69 juta hektare.

Salah satu capaian positifnya pada September 2026 itu yakni menorehkan indeks harga yang diterima petani padi yang semakin meningkat pesat.

Pada September 2026, indeks harga yang diterima petani padi menyentuh hingga 155,61 dan melampaui catatan indeks-indeks sebelumnya dalam 8 tahun terakhir.