"Pengendalian harga pangan bukan semata-mata menjadi soal angka inflasi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat dapat menjangkau harga-harga yang ada di pasar," kata Siska kepada wartawan di Kendari, Rabu (9/9).
Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen IstimewaSiska kemudian menyebut inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 secara tahunan atau year-on-year (yoy) tercatat 3,66 %. Sementara secara bulanan atau month-to-month (mtm), tercatat minus 0,37 % berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Kalau 3,66 % ini masih relatif aman karena sebelumnya sampai 4 % lebih. Andil yang paling berpengaruh terhadap inflasi ini adalah transportasi dan juga kelangkaan BBM," ujarnya.
Menurut Siska, persoalan transportasi yang turut memengaruhi inflasi sebagian besar berada dalam ranah kebijakan nasional, mulai dari harga tiket, keterbatasan penerbangan hingga kondisi keadaan di luar kendali seperti penutupan bandara. Pemkot Kendari pun akan mengambil langkah sesuai kewenangannya.
"Transportasi ini bicara nasional. Ada harga tiket, keterbatasan tiket, apalagi ada kondisi force majeure seperti penutupan bandara. Itu memang kejadian nasional. Namun kita tetap menjalankan sesuai tupoksi pemerintah kota dan tidak mungkin melampaui kewenangan yang ada," jelasnya.