Berbeda dengan CCS industri, teknologi CCUS berbasis mikroalga jenis Spirulina platensis ini memanfaatkan proses fotosintesis untuk menyerap karbon dioksida. Satu unit alat tersebut terverifikasi mampu menangkap hingga 5,5 ton CO2 per tahun sekaligus menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

Kemampuan penyerapan 5,5 ton CO2 per tahun tersebut setara dengan daya serap sekitar 110 pohon mahoni. Luas lahan yang dibutuhkan satu unit fotobioreaktor ini jauh lebih efisien, yakni hanya membutuhkan area sekitar 25 meter persegi dibandingkan penanaman pohon mahoni yang memerlukan lahan hingga 10.000 meter persegi.

Untuk menjaga kinerja penyerapan tetap optimal dan mencegah kontaminasi mikroalga, perawatan berkala harus dilakukan. Pemeliharaan melalui pemanenan mikroalga dilakukan setiap bulan, sedangkan pembersihan unit fotobioreaktor dilakukan secara rutin setiap tiga bulan.