Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, komitmen akselerasi streamlining diwujudkan melalui eksekusi yang disiplin tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
"Arahan pemegang saham kami maknai sebagai mandat untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian. Karena itu, setiap entitas kami evaluasi secara menyeluruh, apakah relevan dengan bisnis inti, berkontribusi pada nilai grup, dan memiliki prospek yang jelas," ujar Nanang pada keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).
"Percepatan yang kami lakukan bukan hanya untuk mengejar jumlah, melainkan memastikan portofolio TelkomGroup semakin sehat, sumber daya terfokus pada empat segmen bisnis TelkomGroup, sehingga setiap OpCo dapat bergerak dengan lebih lincah," tambahnya.
Menurut Nanang, streamlining dirancang sejak awal untuk memperkuat fundamental perseroan sebagai digital telco. Pelepasan bisnis bermargin kecil diyakini mampu mendukung peningkatan profitabilitas secara berkelanjutan.
Hal tersebut tecermin dari capaian kinerja perseroan pada semester I-2026. Pertumbuhan pendapatan yang positif diiringi peningkatan profitabilitas pada kuartal II-2026, salah satunya terlihat dari EBITDA margin yang kembali menyentuh level di atas 50 persen.
Langkah strategis perampingan portofolio ini turut mendapat dukungan penuh dari Serikat Karyawan (SEKAR) Telkom demi menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Umum SEKAR Telkom Nashri mengapresiasi komunikasi yang telah terjalin baik dengan manajemen.