Fokusnya adalah memperkuat fondasi konektivitas nasional sekaligus mengurangi kesenjangan akses digital, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) untuk memperluas jangkauan layanan digital.
Melalui pengembangan tersebut, Telkom menargetkan konektivitas yang menjangkau wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Pemerataan infrastruktur dinilai penting agar masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan layanan digital, mengembangkan usaha, dan mengakses peluang ekonomi.
Selain infrastruktur, Telkom juga menaruh perhatian pada pengembangan kecerdasan buatan melalui strategi Sovereign Intelligence Impact. Strategi ini diarahkan untuk membangun ekosistem AI yang mandiri dan terintegrasi, mulai dari infrastruktur hingga penerapan teknologi.
Nanang menjelaskan pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dunia usaha, mempercepat inovasi dalam negeri, dan memperluas manfaat digitalisasi bagi UMKM. Pengembangan layanan bernilai tambah serta kemampuan komputasi berkinerja tinggi juga menjadi bagian dari strategi tersebut.
Menurutnya, AI perlu dikembangkan bukan hanya sebagai teknologi baru, tetapi sebagai sarana untuk mendorong efisiensi, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat kemampuan industri nasional menghadapi persaingan global.