Fokus ketiga adalah keamanan dan ketahanan digital melalui strategi Sovereign Trust and Resilience.
Dalam aspek ini, Telkom berupaya memperkuat kemampuan jaringan agar berkembang menjadi ekosistem digital yang aman, adaptif, dan andal dalam menghadapi ancaman siber.
Penguatan keamanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat, perusahaan, dan instansi pemerintah terhadap layanan digital. Keandalan jaringan dan perlindungan sistem diperlukan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas digital.
Nanang menegaskan ketiga pilar tersebut saling berkaitan dalam membangun kedaulatan digital Indonesia. Infrastruktur menyediakan fondasi konektivitas, AI mendorong produktivitas dan inovasi, sedangkan keamanan digital menjaga kepercayaan serta ketahanan ekosistem.
Telkom juga terus memperkuat konektivitas internasional untuk menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia. Pengembangan jaringan lintas negara diharapkan dapat memperluas pilihan jalur konektivitas, mengurangi ketergantungan pada rute tertentu, dan mendukung ambisi Indonesia menjadi pusat digital di kawasan Indo-Pasifik.
Langkah tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam lalu lintas data global, terutama antara Asia dan kawasan lainnya.
Nanang menyebut, strategi Telkom sejalan dengan peta jalan Indonesia Digital Nation menuju Indonesia Emas 2045 serta tiga pilar transformasi digital pemerintah, yakni terhubung, tumbuh, dan terlindungi.