NADIKABAR.COM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan BISA PandAI Numerasi yang memperkuat pembelajaran matematika dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di 100 sekolah dasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Program yang dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Kota Tual, Maluku ini memperkuat kompetensi guru, serta menyediakan perangkat pembelajaran dan pendampingan untuk metode belajar yang interaktif dan aplikatif.

BISA PandAI Numerasi diluncurkan secara hybrid yang terpusat di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten, dan diikuti secara daring oleh para pendidik di Kota Tual serta Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan dihadiri Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Stafsus Mendikdasmen) Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru , Maila Dinia Husni Rahiem.

Willy Saelan menyatakan, penguatan numerasi dan STEM penting dalam mematangkan kemampuan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

"Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital," ujar Willy.

Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04 persen pada 2022 menjadi 52,48 persen pada 2024.