Selain itu, TelkomGroup membagikan tas ramah lingkungan atau goodie bag yang dibuat melalui pengolahan kembali material dalam program TESA Dropbox. Material tersebut dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di berbagai wilayah Indonesia, kemudian diolah melalui proses upcycling atau pemanfaatan kembali material.
Program ini sekaligus memperkenalkan praktik pengolahan kembali material dan mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI Robben Rico mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat. Sinergi pemerintah dan BUMN dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas serta membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan membantu siswa menghadapi perkembangan zaman.
Melalui pelatihan bagi guru, Telkom Mengajar, dan Telkom Peduli, Telkom berupaya mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang inklusif melalui peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Program ini sejalan dengan semangat Bersama Jadi BISA Digital untuk Pendidikan yang Inklusif dan Berdaya. Telkom berharap kegiatan tersebut dapat membantu guru memperkaya metode pembelajaran serta memperluas wawasan dan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan potensi mereka.