Sementara itu, terkait masih terdapat tujuh perusahaan yang kemungkinan baru dapat diselesaikan perampingannya pada 2027, Seno menjelaskan, proses tersebut berkaitan dengan aktivitas divestasi sehingga membutuhkan tahapan lebih lanjut.

"Dan sisanya tujuh itu kemungkinan akan bergeser di 2027 karena melibatkan aktivitas divestasi. Divestasi ini juga kami lakukan agar memastikan optimisasi dari value sebelum kita streamline," tuturnya.

Program streamlining tersebut menjadi salah satu fokus transformasi Telkom Group untuk menyederhanakan struktur usaha dan mengoptimalkan portofolio perusahaan.

Percepatan streamlining juga sejalan dengan arahan Direktur Utama Telkom Indonesia yang baru, Nanang Hendarno. Ia mengatakan jajaran direksi Telkom akan melanjutkan sejumlah agenda dalam TLKM 30, termasuk Operational and Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, serta Modus-Operandi Shift.