Infrastruktur yang dikembangkan meliputi jaringan serat optik, satelit, pusat data, interkoneksi antarpusat data, menara telekomunikasi, jaringan base transceiver station (BTS), hingga internet gateway.
Perusahaan juga mengoptimalkan program Universal Service Obligation (USO) untuk memperluas layanan telekomunikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya ini ditujukan untuk mengurangi kesenjangan digital sekaligus menghadirkan akses konektivitas yang lebih merata dari Sabang hingga Merauke.
Saat ini, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, dua community gateway di kawasan Indonesia Timur, serta 30 pusat data dengan jaringan interkoneksi antarfasilitas sepanjang lebih dari 500 kilometer. Infrastruktur tersebut diperkuat oleh lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS.
Ke depan, TelkomGroup berencana membangun dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya. Kehadiran fasilitas tersebut akan melengkapi internet gateway yang telah beroperasi di Batam dan Manado, sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan jaringan digital internasional.
Selain infrastruktur, TelkomGroup mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui pilar Sovereign Intelligence & Impact.
Strategi ini mencakup pengembangan ekosistem AI dari hulu hingga hilir yang mandiri untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, mempercepat inovasi dalam negeri, serta memperluas manfaat ekonomi digital, termasuk bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan ekosistem AI tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan AI nasional dan membuka peluang bisnis baru melalui layanan digital bernilai tambah serta komputasi berperforma tinggi.
Salah satu implementasinya terlihat dari inovasi Telkomsel yang menghadirkan solusi AI buatan anak bangsa untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
Dalam Bali Tech Week 2026, Telkomsel menampilkan sembilan solusi berbasis AI, termasuk Adelia yang berfungsi sebagai mesin pencari dan asisten digital, serta AUREL yang membantu pengguna memperoleh informasi dan ringkasan bisnis melalui interaksi percakapan.
Selain kedua solusi tersebut, Telkomsel memperkenalkan inovasi AI untuk mendukung keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis. Pengembangan berbagai solusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas adopsi teknologi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.
Di sisi keamanan, TelkomGroup mengandalkan pilar Sovereign Trust & Resilience untuk memperkuat posisinya sebagai mitra digital tepercaya bagi perusahaan dan instansi pemerintah. Fokus pengembangan mencakup pelindungan data pribadi, peningkatan ketahanan siber, serta penerapan standar global di sektor telekomunikasi dan teknologi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, TelkomGroup mengembangkan sejumlah solusi keamanan dan jaringan, antara lain Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN), Secure Access Service Edge (SASE), Post-Quantum Cryptography, serta Security Operations Center (SOC) as a Service. Solusi ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan, keandalan, dan ketahanan layanan digital.