Kedua inisiatif tersebut merepresentasikan pendekatan keberlanjutan Telkom yang mencakup aspek lingkungan dan sosial.
Di tengah tantangan perubahan iklim serta kebutuhan untuk memperluas akses terhadap layanan dasar, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program keberlanjutan.
Komitmen Telkom terhadap praktik bisnis berkelanjutan juga diwujudkan melalui keanggotaan aktif dalam United Nations Global Compact (UNGC) sejak 16 Juli 2026.
Melalui UNGC, Telkom berupaya menerapkan Sepuluh Prinsip PBB dalam bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi ke dalam strategi, budaya, serta operasional perusahaan.
Bagi Telkom, keberlanjutan merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam strategi perusahaan diharapkan dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab.
Ke depan, Telkom akan terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan penerapan prinsip tata kelola yang baik. Melalui langkah tersebut, Telkom berkomitmen untuk berkontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan serta mendorong terciptanya masa depan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.