Streamlining Jadi Prioritas, TelkomGroup Percepat Eksekusi Transformasi TLKM 30
Telkom menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 dengan empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, serta mengoptimalkan nilai aset.
Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup menjaga ketat pengelolaan biaya dan arus kas. Kinerja arus kas tetap terjaga di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi yang lebih efektif dan produktif.
Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, mencakup divestasi 3, penutupan 9, serta penggabungan 2 entitas. Dari sisi investasi, realisasi capex mencapai Rp15,7 triliun, dengan 94,3 persen dialokasikan ke B2C dan B2B Infrastructure).
"Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile," ujar Nanang.
Salah satu tonggak penting agenda Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Lebih dari 90 persen aset jaringan dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model carrier-neutral dan open-access.
"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima seiring upaya kami menghadirkan customer experience terbaik bagi pelanggan dan masyarakat," tutup Nanang.